Campur-campur's Blog

Just another WordPress.com weblog

Penyakit Campak / Morbili

Apa sih penyakit Campak itu?
Campak ( Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata serta timbulnya bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak.

Trus apa dong penyebabnya?
Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus). Virus ini terdapat dalam darah dan cairan nasofaring pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir.

Bagaimana cara penularan?
Melalui droplet (menghirup percikan ludah) dan kontak dengan penderita morbili.

Gejala.
Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari.
Bagaimana gejala orag terkena campak atau morbilli?
Gejala dibagi menjadi 3 stadium:

  • Stadium awal (prodromal)
  • Stadium timbulnya bercak (erupsi)
  • Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Stadium awal (prodromal)
Sebelum stadium awal ada masa inkubasi (masa dari kontak dengan virus sampai mulai timbulnya gejala) yang berlangsung kira-kira 10-12 hari. Stadium awal umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan panas, lemas, nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.
Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza sehingga sulit diagnosa pada stadium ini. Yang khas bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.
Stadium timbulnya bercak (erupsi)
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal.
Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga.
Kadang disertai diare dan muntah.
Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi) dapat merupakan tanda penyembuhan. Continue reading

February 18, 2010 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Penyakit Japanese Encephalitis

Japanese Encephalitis (JE) adalah suatu penyakit yang menyerang susunan saraf pusat (otak) yang mengakibatkan radang otak mendadak yang disebabkan oleh virus JE. Penyakit JE bukanlah penyakit baru, tetapi sudah lama dikenal di Bali. Penelitian di RSUP Sanglah, bulan Oktober 1990 sampai dengan bulan Nopember 1992 dari 49 kasus yang diduga, ternyata 20 kasus (40,8%) positif menderita JE.

Untuk dapat berlangsungnya penyakit ini diperlukan adanya vektor penular dan reservoir (sumber infeksi). Yang bertindak sebagai vektor adalah nyamuk jenis culex sedangkan reservoir adalah babi, sapi, kuda, kera, kambing, burung dan lain-lain. Ternak babi mempunyai peran terpenting yang bertindak sebagai satu-satunya induk semang penguat (amplifier host) dari virus JE. Apabila nyamuk dapat menggigit bangsa burung dan hewan yang mengandung virus JE, kemudian menggigit babi maka pada babi jumlah virus akan meningkat secara tajam. Babi menjadi demam dan virus berada dalam sirkulasi darah (viremia).

Nyamuk culex dapat berkembang dimana-mana seperti sawah, kolam, air genangan pada kandang dan lain-lain. Nyamuk culex bersifat zoophilik yaitu lebih menyukai binatang sebagai mangsanya daripada manusia sehingga virus JE umumnya menginfeksi binatang. Hanya secara kebetulan saja menginfeksi manusia terutama bila densitas (kepadatan) nyamuk culex meningkat. Penularan penyakit pada manusia terjadi apabila nyamuk yang telah menggigit babi yang sedang viremia kemudian menggigit lagi manusia.

Gejala klinik
Penyakit ini dapat mengenai semua umur tetapi umumnya lebih sering menyerang anak-anak. Tidak semua manusia yang digigit nyamuk culex berkembang menjadi encephalitis.
Masa tunas (inkubasi) penyakit JE rata-rata 4 – 14 hari. Gejala kliniknya bisa bervariasi tergantung dari berat ringannya kelainan susunan saraf pusat, umur penderita dan lain-lain. Perjalanan penyakit dibedakan menjadi 3 stadium. Pertama, stadium prodromal yang berlangsung 2 – 4 hari. Ditandai dengan panas mendadak, sakit kepala berat yang kadang disertai keluhan mual dan muntah.

Continue reading

January 9, 2010 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Keputihan

Keputihan (flour albus, leucorrhoea) merupakan cairan yang keluar dari vagina. Penyakit keputihan sering dijumpai dan menjadi problem pada wanita.

Keputihan dibagi menjadi 2 yaitu keputihan yang normal (fisiologi) dan keputihan yang tidak normal (patologis).

Keputihan normal terlihat bening, tidak berbau dan tidak gatal, biasanya muncul beberapa saat sebelum dan sesudah menstruasi. Lendir dalam vagina sangat dipengaruhi hormon. Keputihan lebih banyak keluar ketika wanita dalam masa ovulasi menjelang menstruasi karena hormon estrogen meningkat dan hal itu menyebabkan lendir vagina meningkat jumlahnya. Di samping itu, saat kehamilan lendir vagina meningkat jumlahnya seiring dengan meningkatnya hormon estrogen.

Continue reading

January 3, 2010 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.