Campur-campur's Blog

Just another WordPress.com weblog

Demam Typoid

“Kata dokter, anakku kena gejala typus”, begitu kira-kira seorang ibu ketika anak yang sakit panas, berbincang di beranda sebuah rumah mungil. Apa sih Typus itu, apa yang mesti kita lakukan jika kena gejala typus.

Typus atau Demam Typoid adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Salmonella Thyphosa.

Apa saja gejalanya?
Gejalanya sangat bervariasi, dari yang ringan, sehingga tidak terdiagnosa, sampai gambaran penyakit yang khas dengan komplikasi. Beberapa keluhan yang dpat kita jadikan patokan adalah:

  1. Demam, biasanya lebih dari 1 minggu dan dapat mencapai 39–40◦C, di malam hari, demam lebih tinggi dibanding malam hari.
  2. Nyeri kepala dan pusing.
  3. Lemah, lelah dan nyeri otot.
  4. Gangguan perut seperti: mual, muntah, perasaan tidak enak di perut dan nafsu akan berkurang. Bisa juga diare atau bahkan sulit buang air besar.
  5. Pada minggu kedua, lidah akan tampak seperti kotor, pembengkakan hati dan limpa.
  6. Bisa terjadi gangguan kesadaran jika sudah berat.


Pemeriksaan Laboratorium:

  • Tes Widal terjadi peningkatan titer antibody terhadap kuman salmonella thyposa. Titer antibody, dikatakan positif (signifikan mengarah ke typus) jika antibody tipe O, mencapai 1/320
  • Pemeriksaan darah terjadi penurunan leukosit (sel darah putih), dan kemudian pada Biasanya leukosit yang normal itu antara 5000 – 10,000/ul.

Bagaimana komplikasinya?
Jika penanganan Typus kurang baik atau tidak diobati, pada usus halus akan bisa terjadi:

  • Perdarahan usus. Karena memang kuman ini menyerang dinding usus halus, sehingga membuat luka di dinding usus halus.
  • Dan bila makin lemah, dapat terjadi perforasi usus (ususnya berlubang).

Sedangkan komplikasi diluar usus halus:

  • Peradangan pada otot jantung (myocarditis).
  • Peradangan paru-paru (Pneumonia).
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Infeksi pada ginjal dan kandung kencing.
  • Infeksi tulang belakang (osteomyelitis).

Pengobatan Demam Typus

  • Obat-obatan, baik untuk mengatasi kumannya ataupun untuk mengatasi gejalanya.

Obat untuk mengatasi kuman, antara lain Kloramphenikol, Thiamphenikkol, Kotrimoksazol, Ampisilin dan Amoksisilin, Sefalosforin, Fluorokuinolon.
Obat untuk mengatasi gejalanya panas, seperti parasetamol.

  • Diet, tidak harus makan bubur saring. Karena tidak semua orang bisa makan bubur, yang secara tampilan tidak membangkitkan selera makan. Bisa saja diberikan nasi padat, yang penting rendah serat kasar. Dan lauk pauknya tidak dibumbui yang terlalu merangsang.
  • Perawatan, sebenarnya bisa dilakukan di rumah, yang penting mengerti tentang komplikasi yang mungkin timbul, dan kapan diputuskan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Bila keadaan tidak memungkinkan perlu dilakukan perawatan di rumah sakit untuk isolasi, observasi dan pengobatan. Biasanya pasien harus istirahat total, minimal sampai 3 hari bebas panas.

January 13, 2010 - Posted by | Kesehatan | , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: